Disharmoni Tata Ruang dan Pertambangan Pasca UU Cipta Kerja: Upaya Penjaminan Kepastian Hukum di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.51454/jimsh.v8i2.1788Keywords:
Konflik Norma, Tata Ruang, Izin Usaha Pertambangan, Kepastian Hukum, Kawasan LindungAbstract
The persistent misalignment between spatial planning and mining licensing in Indonesia has generated legal uncertainty, overlapping regulatory authority, and conflicts involving environmental protection, community interests, and investment security. Although Indonesia has established regulatory instruments for spatial conformity and risk-based licensing, their fragmented implementation has limited their capacity to prevent spatial conflicts before mining licenses are issued. This study examines the normative relationship between spatial planning and mining licensing and develops an integrated legal-spatial governance model to strengthen legal certainty in mining activities. Employing normative legal research, the study applies statutory, conceptual, and case approaches to examine relevant legislation, legal doctrines, and judicial reasoning, with particular attention to the conflict surrounding mining activities on Wawonii Island and Supreme Court Decision No. 57 P/HUM/2022. The analysis demonstrates that the central problem is not merely regulatory inconsistency but the fragmentation of legal norms, institutional authority, licensing procedures, and spatial information systems. The study further finds that spatial conformity assessment requires a stronger substantive role as an ex ante legal control rather than functioning merely as an administrative requirement. Accordingly, the study proposes an Integrated Spatial-Licensing Governance Model linking Digital RTRW, Spatial Conformity Approval (KKPR), Risk-Based Online Single Submission (OSS-RBA), and the One Map Policy within a unified spatial verification chain.
References
Bebbington, A., et al. (2017). Strategies for managing large-scale mining sector land use conflicts in the Global South. Resources Policy, 51, 85–93. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2016.11.010
Budiana, B., Maulana, G. A. S., Anugrah, D., Dani, M., & Sondakh, E. (2026). Yurisometry as an alternative approach in normative legal research in Indonesia: A conceptual study. Indonesian Journal of Law and Economics Review, 21(2). https://doi.org/10.21070/ijler.v21i2.1492
Ginting, D. (2013). Kapita selekta hukum agraria. Fokusindo Mandiri.
Jamil, N. R. (2022). Problematika penerapan izin usaha pertambangan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara serta dampak pada otonomi daerah. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam.
Kartowiyono, K. (2017). Analisa konflik hukum wewenang pengawasan kegiatan pertambangan pasca berlakunya Undang-Undang Pemerintahan Daerah Tahun 2014. Bina Hukum Lingkungan, 2(1).
Lechner, A. M., et al. (2017). Challenges of integrated modelling in mining regions to address social, environmental and economic impacts. Environmental Modelling & Software, 93, 268–281. https://doi.org/10.1016/j.envsoft.2017.03.020
Legal policy preference for coal mining over other land use alternatives jeopardizes sustainability in Indonesia. (2024). Journal of Environmental Policy & Planning. https://doi.org/10.1080/1747423X.2023.2264845
Marzuki, P. M. (2013). Penelitian hukum (Edisi revisi, cetakan ke-8). Kencana Prenada Media Group.
Patterns of infringement, risk, and impact driven by coal mining permits in Indonesia. (2023). Ambio. https://doi.org/10.1007/s13280-023-01944-y
Predatory mining, conflict and political spaces: The case of Grasberg Mine in West Papua. (2025). Human and Ecological Risk Assessment. https://doi.org/10.1080/08941920.2025.2553355
Rodríguez, A., et al. (2022). Interdependencies between spatial planning and the mining laissez-passer in cities: Policy analysis of the case of Ecuador. Regional Science Policy & Practice, 14(2), 258–279. https://doi.org/10.1111/rsp3.12462
Salim, H. S. (2014). Hukum pertambangan mineral dan batubara. Sinar Grafika.
Sánchez, L. E., et al. (2015). The politics of land use planning: Gold mining in Cajamarca, Peru. Land Use Policy, 49, 104–117. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2015.07.009
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2006). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. RajaGrafindo Persada.
Stjernström, O., Ellingsen, T., Dankertsen, A., & Sandersen, H. T. (2024). Complexity and interdependence in local mineral extraction planning: The Nasa Mountain Quartz Case in Northern Norway. The Extractive Industries and Society, 17, 101434. https://doi.org/10.1016/j.exis.2024.101434
Supramono, G. (2012). Hukum pertambangan mineral dan batubara di Indonesia. Rineka Cipta.
Sutisari, W., Kurniati, N., Astawa, I. G. P., & Suhendar. (2026). Land disputes and conflicts in Indonesia’s mining areas: What constitutes the ideal role of the National Land Agency? Journal of Law, Environmental and Justice, 4(1). https://doi.org/10.62264/jlej.v4i1.290
Utami, N. E. (202[?]). Sentralisasi terhadap kewenangan pemerintah daerah dalam perizinan tambang pasca pemberlakuan Undang-Undang Mineral dan Batubara. Lex Renaissance.
Utami, R. (2016). Tumpang tindih (overlapping) penggunaan tanah antara izin usaha pertambangan dengan hak guna usaha perkebunan: Studi kasus di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan [Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya].
Widiatedja, I. G. N. P. (2026). Hukum tata ruang di era pembangunan tak berkelanjutan: Kritik, refleksi, dan solusi. Prenada Media Group.
Zachrisson, A., & Beland Lindahl, K. (2023). Extractive governance and mining conflicts: Challenging scalar hierarchies through “opening up” to local sustainability pathways. Political Geography, 105, 102927. https://doi.org/10.1016/j.polgeo.2023.102927
Undang-undang
Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Indonesia. (2007a). Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
Indonesia. (2007b). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Indonesia. (2014). Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 2 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2014–2034.
Indonesia. (2016). Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1:50.000.
Indonesia. (2020). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
Indonesia. (2021a). Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
Indonesia. (2021b). Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang.
Indonesia. (2022). Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.
Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2022). Putusan Mahkamah Agung Nomor 57 P/HUM/2022.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Nashriany Jufri, Huzaiman Huzaiman, Ismi Fadjriah Hamzah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

