Living Hadis "Berkata yang Baik atau Diam" dalam Komunikasi Mahasiswa: Studi Etika dan Pengamalan Hadis
DOI:
https://doi.org/10.51454/religi.v3i2.1502Keywords:
Berkata baik atau diam, Etika komunikasi, Fenomenologi, Living hadisAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hadis “berkata yang baik atau diam” hidup dalam praktik komunikasi mahasiswa, baik di lingkungan kampus maupun ruang digital. Perkembangan teknologi dan intensitas penggunaan media sosial telah mengubah pola komunikasi mahasiswa, sehingga pesan moral hadis mengenai etika berkomunikasi menemukan relevansi baru dalam konteks era digital. Meskipun hadis tersebut banyak dikaji secara tekstual dan normatif, kajian yang menyoroti bagaimana mahasiswa benar-benar memahami, menginternalisasi, dan mengamalkannya masih jarang dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menangkap pengalaman subjektif mahasiswa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi ringan, dan dokumentasi terhadap lima mahasiswa PAI sebagai informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap hadis pada umumnya sesuai dengan makna literal yang dijelaskan ulama, meskipun tingkat kedalamannya berbeda. Dalam praktiknya, mahasiswa mengimplementasikan hadis tersebut melalui kontrol ucapan dalam diskusi kelas, pengendalian emosi dalam organisasi, dan sikap dalam berkomunikasi di media sosial. Faktor internal seperti kesadaran religius dan pengalaman spiritual menjadi pendorong utama pengamalan hadis, sedangkan tekanan pergaulan, budaya komunikasi digital yang impulsif, serta tren meme dan roasting menjadi penghambatnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hadis “berkata baik atau diam” tetap sangat relevan dalam membentuk etika komunikasi mahasiswa modern, sekaligus menampilkan bagaimana nilai hadis hidup dan bertransformasi dalam konteks sosial-digital generasi muda Muslim. Temuan ini berkontribusi pada kajian living hadis dan menegaskan pentingnya penguatan akhlak lisan dalam pendidikan agama Islam.
References
Al Farouqy, A. M., & Ridla, M. F. (2022). Etika Komunikasi Media Sosial Perspektif Hadis (Kajian Living Sunnah). Wardah, 23(2), 218–244.
Amran, & Alfia, A. (2020). Etika Berkomunikasi Perspektif Hadis. Jurnal Wasatiyah : Jurnal Hukum, 1(2), 25–38.
Anggraini, J., Aisyah, N., Damayanti, A., Hidayat, M. H., & Wismanto. (2024). Kemuliaan Penjaga Lisan Dari Sudut Pandang Hukum Islam. Mutiara : Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah, 2(1), 424–436.
Aulia, M., & Adawiyah, N. R. (2024). Upaya Mempertahankan Akhlak Generasi Milenial Melalui Hadis Hendaklah Berkata Baik Baik atau Diam. Dirasa Islamiyya, 3(2), 217–231.
Azkiya, R. M. F., Fikra, H., Isnaeniah, E., & Wibisono, Yusuf, M. (2022). Ujaran Kebencian di Media Sosial Perspektif Islam Studi Takhrij dan Syarah Hadis. Gunung Djati Conference Series, 8, 595–608.
Hafid, G. H., & Muflihah. (2022). Perintah Menjaga Lisan dalam Perspektif Hadis. Gunung Djati Conference Series, 16, 270–278.
Hidayat, R. (2019). Etika Komunikasi Pemimpin Perspektif Hadits. Indonesian Journal of Islamic Communication, 2(2), 105–130.
Lestari, S. H., & HS, A. M. (2020). Kontekstualisasi Hadis “Berkata Baik atau Diam” sebagai Larangan Hate Speech di Media Sosial. Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist, 3(2), 117–130.
Maimunah, S. (2022). Pendekatan Fenomenologi dalam Penelitian Sosial . In Y. N. Latifi (Ed.), Ilmu-ilmu Budaya (pp. 127–151). CV. Idea Press.
Main, A. (2018). Fenomenologi dalam Penelitian Ilmu Sosial. Prenadamedia Group.
Rafiq, M. (2024). Hadis Tematik Tentang Etika Komunikasi Islam: Tanggung Jawab, Saling Menghormati, dan Kritik Konstruktif. ITTISHOL: Jurnal Komunikasi Dan Dakwah, 2(1), 92–110.
Rizkiyadi. (2025). Etika Komunikasi Muslim dalam Kajian Hadis Nabi, Panduan Menciptakan Masyarakat yang Harmonis. Jurnal Pusat Studi Islam, 1(2), 110–120.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jutika Fatma, Marhumah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





