Tinjauan Hukum terhadap Putusan Bawaslu atas Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu dalam Pencalonan DPRD Kota Kendari pada Pemilu 2024
DOI:
https://doi.org/10.51454/jimsh.v7i1.1019Keywords:
administrative electoral violation, Bawaslu, DPRD candidacy, fraudulent diplomaAbstract
ABSTRACT: The Election Supervisory Body (Bawaslu) has the authority to receive, examine, assess, and decide on administrative violations in elections, including allegations of using fraudulent diplomas during the candidacy process for members of district/city regional legislative councils (DPRD). This study aims to review Koreki Bawaslu RI Decision No. 029/KS/ADM/PL/BWSL/00.00/V/2024, which upheld the Decision of Bawaslu Kota Kendari No. 001/LP/ADM.PL/BWSL.KOTA/28.01/IV/2024, stating that the Kendari City General Election Commission (KPU) had carried out the DPRD candidacy process in accordance with electoral administrative procedures and mechanisms. However, the Directorate of Community and Special Education of the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia, through Letter No. 1429/C6/GT.03.03/2024 dated May 10, 2024, indicated that the DPRD Kendari City candidate, identified as LA or LR, was not registered as a participant in the 2008 National Equivalency Examination, which implies that the candidate was not entitled to possess an equivalency Package C diploma. This study employs a normative juridical method to analyze the legal basis of the decision. The findings reveal that Bawaslu Kota Kendari made errors in its legal considerations when ruling on the alleged administrative electoral violation regarding the use of a fraudulent diploma by the Kendari City DPRD candidate.
References
Alasman Mpesau. (2021). Kewenangan Badan Pengawas Pemilu dalam penanganan pelanggaran administrasi ditinjau dari perspektif sistem peradilan Indonesia. Audito Comparative Law Journal (ACLJ), 2(2).
Alasman Mpesau. (2024). Diskursus atas mantan terpidana sebagai calon kepala daerah. Jurnal Hukum Saraswati (JHS), 6(1).
Alasman Mpesau. (2024). Transformasi elektronika digital dalam penghitungan dan rekapitulasi suara Pemilu/Pilkada: Analisis eksistensi sistem di persidangan perselisihan hasil di Mahkamah Konstitusi. Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH).
Aryani, C. (2021). Reformulasi Sistem Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Melalui Penerapan Omnibus Law. Jurnal USM Law Review, 4(1), 27-48.
Corong Rakyat. (2024, Juni 25). System pengelolaan Paket C perlu ditinjau ulang. Diakses dari https://corongrakyat.co.id/system-pengelolaan-paket-c-perlu-ditinjau-ulang/#comment-wrap
da Santo, M. F. O., Sari, L., Kamilah, A., & Reumi, F. (2024). Pengantar Hukum Perdata: Teori & Referensi Komprehensif Dasar-Dasar Hukum Perdata Di Indonesia. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Eddy O.S Hiariej. (2012). Teori dan hukum pembuktian. Jakarta: Erlangga.
Gulo, N., & Gulo, C. D. Z. (2024). Timbulnya Keyakinan Hakim dalam Hukum Pembuktian Perkara Pidana di Peradilan Indonesia. UNES Law Review, 6(3), 8115-8122.
Harahap, A. R. S. I., & Lubis, F. (2024). EKSISTENSI TEORI PEMBUKTIAN POSITIEF WETTELIJK BEWIJSTHEORIE DALAM PEMBUKTIAN PERKARA PERDATA. Quantum Juris: Jurnal Hukum Modern, 6(3).
Jumwal Shaleh, dkk. (2020). Data dan infografik Pemilu 2019 di Kota Kendari. Jakarta: Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia.
Jumwal Shaleh, dkk. (2020). Pemilu 2019 di Kota Kendari dalam liputan pers. Jakarta: Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia.
Keputusan KPU No. 352 Tahun 2023 tentang Pedoman Teknis Pengajuan Bakal Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota.
Keputusan KPU No. 403 Tahun 2023 tentang Pedoman Teknis Verifikasi Administrasi Dokumen Persyaratan Bakal Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota.
Marzuki, P. M. (2007). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana.
Noor Ifah. (2020). Kelemahan verifikasi persyaratan administrasi calon dalam perspektif Pemilu berintegritas: Studi verifikasi persyaratan administrasi calon anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dan Sidoarjo pada Pemilu Legislatif Tahun 2014. Dalam Bunga Rampai Tata Kelola Pemilu Indonesia Edisi 2, September 2020.
Peraturan Bawaslu No. 8 Tahun 2022 tentang Penyelesaian Pelanggaran Administratif Pemilihan Umum.
Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 10 Tahun 2013 tentang Pencalonan DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 14 Tahun 2017 tentang Ijazah dan Sertifikat Hasil Ujian Nasional.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 29 Tahun 2014 tentang Pengesahan Fotokopi Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar, Surat Keterangan Pengganti Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
Putusan Bawaslu Kota Kendari No. 001/LP/ADM.PL/BWSL.KOTA/28.01/IV/2024.
Putusan Koreki Bawaslu No. 029/KS/ADM/PL/BWSL/00.00/V/2024.
Sidang perkara dugaan pelanggaran administrasi Pemilu 2024 No. 001/LP/ADM.PL/BWSL.KOTA/28.01/IV/2024. (2024, Juni 18). Diakses dari https://www.youtube.com/live/t-verr4SkUk
Surat Keputusan KPU Kota Kendari No. 1580/PL.01.5-Pu/7471/2/2023 tentang Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Kendari Pemilu 2024.
Timbang, J. (2024). TELAAH TEORI KEADILAN TERHADAP STANDAR PEMBUKTIAN BEYOND REASONABLE DOUBT PUTUSAN HAKIM KASUS JESSICA KUMALA WONGSO(Doctoral dissertation, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA).
Triantono, & Marizal, M. (2021). Parameter keyakinan hakim dalam memutus perkara pidana. Justitia Et Pax, 37(2).
Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ruslan Ruslan, Gamlan Dagani, Alasman Mpesau

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

