The Implementation of Green Building in the UIN Malang Library as an Effort to Serve the Community
DOI:
https://doi.org/10.51454/anoa.v3i01.827Keywords:
GBCI, Gedung Perpustakaan UIN Malang, Iklim, PerpustakaanAbstract
The Climate change occurs periodically and quite dramatically, one of the factors causing climate change is global warming caused by the many buildings that ignore the Green Building concept. This study examines one of the buildings in the UIN Malang area, namely the K.H Abdurrahman Wahid building which functions as a library building. To analyze efforts to apply the concept of Green Building in a library building using the principle of the Green Building Council Indonesia (GBCI) which has 6 standard assessment criteria that must be met. The research method used in this research is descriptive qualitative.After being analyzed based on the 6 criteria of the Green Building Council Indonesia UIN Malang library building gets a point of 40 and if it is realized in percentage it becomes 38,991% which is included in the silver category. To raise the ranking from silver to platinum requires 33 points with the effort to meet and maximize the categories that have been set in accordance with the predetermined GBCI rules. Keywords: GBCI, Green Building, UIN Malang Library Building, SilverReferences
Anim. (2002). Kebijakan dan Strategi Nasional Perumahan dan Permukiman (KSNPP). Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.
Ardhi, M. T., & Wibisono, D. (2019). Evaluasi Kondisi Sanitasi di Permukiman Pesisir: Studi Kasus Sendang Biru, Malang. Jurnal Teknologi Lingkungan, 20(1), 15-23.
Arifin, Z., & Nugraha, S. (2016). Penataan Hunian di Daerah Pesisir untuk Mitigasi Risiko Kesehatan Lingkungan. Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Kota, 14(3), 231-240.
Balaka, R., & Putri, T. S. (2019). Gambaran Sanitasi Pemukiman di Daerah Pesisir. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 7, 167–172.
Fathurrohman, M., & Susanto, A. (2019). Analisis Kualitas Sanitasi dan Dampaknya terhadap Kesehatan Penghuni Permukiman Pesisir di Kabupaten Malang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 21(4), 78-87.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2018. Kementerian ESDM, 596(596), 1–46.
Nugroho, A. M., & Wibowo, H. (2020). Strategi Peningkatan Kualitas Lingkungan di Permukiman Pesisir. Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Kota, 16(1), 112-125.
Purwanto, H., & Subroto, B. (2020). Kriteria Desain Permukiman Pesisir yang Mendukung Kesehatan Penghuni. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 19(2), 65-73.
Rahman, A., & Syafrudin, S. (2018). Penerapan Konsep Rumah Sehat di Permukiman Pesisir sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Lingkungan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 17(2), 45-52.
Sabaruddin, A., Hartini, & Hermawan, Y. (2011). Modul Rumah Sehat. Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian PUPR.
Setiawan, A. R., & Kurniawan, R. (2021). Dampak Permukiman Pesisir Terhadap Kualitas Air dan Kesehatan Penghuni. Jurnal Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat, 15(1), 98-107.
Syarifuddin. (2005). Kondisi Fisik Permukiman Penduduk di Pesisir Pantai Teluk Palu. Jurnal Smartek, 3(3), 190-198.
Utomo, D. W., & Sari, M. R. (2015). Pengaruh Kualitas Lingkungan Fisik Hunian terhadap Kesehatan Masyarakat di Wilayah Pesisir. Jurnal Manajemen Lingkungan, 10(3), 152-162.
Widyarti, M., Setiawan, B. I., Arifin, H. S., & Yuwono, A. S. (2011). Konsep Ecohouse pada Rumah Baduy Dalam. Jurnal Keteknikan Pertanian, 25(2), 119–126.
Yunita, F., & Hidayat, T. (2017). Peran Inovasi Teknologi Sanitasi dalam Meningkatkan Kesehatan di Permukiman Pesisir. Jurnal In
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Fitriani Fitriani, Eni Zuliana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
<meta name="google-site-verification" content="WCLU_7p8bgQTgTa47LUc6bV9gPtrFUO3P-tzhV_9yV4" />









