Peningkatan Literasi Keamanan Siber dan Pelindungan Data Pribadi pada Remaja Desa Popalia
Keywords:
Desa Popalia, Literasi Keamanan Siber, Pelindungan Data Pribadi, Manajemen Kata Sandi, Remaja DigitalAbstract
Akselerasi penetrasi internet di wilayah pedesaan seperti Desa Popalia menciptakan generasi remaja yang sangat adaptif terhadap teknologi digital namun memiliki manajemen risiko yang rendah. Permasalahan utama yang teridentifikasi bukan pada ketidakmampuan teknis, melainkan pada kebiasaan siber yang berisiko (risky cyber habits). Fenomena yang ditemukan adalah remaja mampu membuat kata sandi yang kompleks, namun mempraktikkan penggunaan satu kata sandi untuk berbagai platform (password reuse) dan perilaku membagikan data sensitif secara berlebihan (oversharing). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengintervensi perilaku tersebut melalui pendekatan edukasi partisipatif dan simulasi teknis perlindungan akun. Metode pelaksanaan dirancang sistematis meliputi diagnosis awal, penyuluhan interaktif, simulasi audit keamanan (security checkup), dan pendampingan aktivasi fitur keamanan ganda. Melibatkan 20 remaja sebagai peserta, kegiatan ini berhasil mengubah perspektif peserta dari memandang keamanan sebagai hambatan menjadi sebuah kebutuhan primer. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan drastis pada praktik penggunaan kata sandi tunggal dari 75% menjadi 10% dan lonjakan keberhasilan aktivasi Verifikasi Dua Langkah (2FA) mencapai 90%. Disimpulkan bahwa metode simulasi audit kebocoran data lebih efektif dalam membangun kesadaran keamanan (security awareness) dibandingkan metode ceramah normatif, serta mampu mendorong remaja melindungi privasi data mereka secara mandiri.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ilcham, Muh. Hajar Akbar, Jimsan, Muh. Dhion. R, Sitti Najmia Rifai, Budi Wijaya Rauf

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
<meta name="google-site-verification" content="WCLU_7p8bgQTgTa47LUc6bV9gPtrFUO3P-tzhV_9yV4" />







