Evaluasi Kualitas Kesehatan Hunian di Permukiman Pesisir Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang
DOI:
https://doi.org/10.51454/anoa.v3i01.807Kata Kunci:
Evaluasi, Rumah, Pesisir, PermukimanAbstrak
Permukiman merupakan lingkungan tempat tinggal manusia dan hunian untuk melakukan kegiatan yang mendukung kehidupannya. Rumah merupakan bagian dari tempat yang ditinggali manusia . Rumah dengan kondisi fisik sehat sebagai indiKator bagi pencapaian tingkat kesejahteraan masyarakat Permukiman yang berada di kawasan pesisir pantai Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesehatan rumah penduduk dengan menggunakan metode kualitatif dengan observasi dan wawancara. Kriteria Sehat dalam pengaturan pemanfaatan ruang untuk pribadi maupun ruang untuk bersama yang digunakan berdasarkan Prinsip Rumah Sehat yang ditetapkan Kementrian PUPR. Hasil penelitian menunjukkan rumah yang berada di Permukiman Pesisir Sendang Biru termasuk kategori sehat, sesuai dengan ketentuan PUPR.Referensi
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2018. Kementerian ESDM, 596(596), 1–46.
Balaka, R., & Putri, T. S. (2019). Gambaran Sanitasi Pemukiman di Daerah Pesisir. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 7, 167–172.
Widyarti, M., Setiawan, B. I., Arifin, H. S., & Yuwono, A. S. (2011). Konsep Ecohouse pada Rumah Baduy Dalam. Jurnal Keteknikan Pertanian, 25(2), 119–126.
Sabaruddin, A., Hartini, & Hermawan, Y. (2011). Modul Rumah Sehat. Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian PUPR.
Syarifuddin. (2005). Kondisi Fisik Permukiman Penduduk di Pesisir Pantai Teluk Palu. Jurnal Smartek, 3(3), 190-198.
Anonim. (2002). Kebijakan dan Strategi Nasional Perumahan dan Permukiman (KSNPP). Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.
Ardhi, M. T., & Wibisono, D. (2019). Evaluasi Kondisi Sanitasi di Permukiman Pesisir: Studi Kasus Sendang Biru, Malang. Jurnal Teknologi Lingkungan, 20(1), 15-23.
Rahman, A., & Syafrudin, S. (2018). Penerapan Konsep Rumah Sehat di Permukiman Pesisir sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Lingkungan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 17(2), 45-52.
Utomo, D. W., & Sari, M. R. (2015). Pengaruh Kualitas Lingkungan Fisik Hunian terhadap Kesehatan Masyarakat di Wilayah Pesisir. Jurnal Manajemen Lingkungan, 10(3), 152-162.
Purwanto, H., & Subroto, B. (2020). Kriteria Desain Permukiman Pesisir yang Mendukung Kesehatan Penghuni. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 19(2), 65-73.
Setiawan, A. R., & Kurniawan, R. (2021). Dampak Permukiman Pesisir Terhadap Kualitas Air dan Kesehatan Penghuni. Jurnal Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat, 15(1), 98-107.
Yunita, F., & Hidayat, T. (2017). Peran Inovasi Teknologi Sanitasi dalam Meningkatkan Kesehatan di Permukiman Pesisir. Jurnal Inovasi Teknik Sipil, 9(2), 145-152.
Arifin, Z., & Nugraha, S. (2016). Penataan Hunian di Daerah Pesisir untuk Mitigasi Risiko Kesehatan Lingkungan. Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Kota, 14(3), 231-240.
Fathurrohman, M., & Susanto, A. (2019). Analisis Kualitas Sanitasi dan Dampaknya terhadap Kesehatan Penghuni Permukiman Pesisir di Kabupaten Malang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 21(4), 78-87.
Nugroho, A. M., & Wibowo, H. (2020). Strategi Peningkatan Kualitas Lingkungan di Permukiman Pesisir. Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Kota, 16(1), 112-125.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
<meta name="google-site-verification" content="WCLU_7p8bgQTgTa47LUc6bV9gPtrFUO3P-tzhV_9yV4" />







