Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Sagu (Metroxylon SP) di Kabupaten Konawe Selatan

Penulis

  • Ary Tamtama Universitas Muhammadiyah Kendari
  • Akhmad Program Studi Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Irma Sribianti Program Studi Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Mohammad Natsir Program Studi Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.51454/agrisurya.v3i1.633

Kata Kunci:

Aci sagu, produksi, Cobb-Douglas

Abstrak

Sagu merupakan tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi karena selain sebagai bahan pangan, sagu juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi aci sagu di Kabupaten Konawe Selatan Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2022 dengan jumlah  responden 34 orang, yang merupakan pengolah sagu pada tiga Kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan, yaitu Kecamatan Konda, Wolasi, dan Ranomeeto Barat. Model analisis yang digunakan adalah fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bahan baku yang diolah, jumlah tenaga kerja, bahan bakar, dan jumlah air berpengaruh positif dan nyata terhadap produksi. Sedangkan pengalaman mengolah tidak berpengaruh nyata terhadap produksi aci sagu.

Referensi

Abbas, B. dan H. Ehara (2012). Pengkajian Variasi Genetik dan Kekerabatan Tanaman Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) di Indonesia Berdasarkan Penanda Ekspresi Gen Spesifik (Gen Wx). Jurnal Ilmu Tanaman Afrika, 6(12),314-320.

Bantacut (2011). Sagu: Sumberdaya untuk Penganekaragaman Pangan Pokok. Fakultas Teknologi Pertanian IPB. bogor.

Bintoro HMH. (2016). Sagu untuk kemajuan Indonesia. Makalah pada Seminar Ilmiah dan Lokakarya Nasional Sagu. 9-10 November 2016.Bogor

BPS Kabupaten Konawe Selatan (2022). Konawe Selatan Dalam Angka. BPS Kabupaten Konawe Selatan. Andoolo.

Bustaman, S. (2008). Strategi pengembangan bioetanol berbasis sagu di Maluku. Perspektif. Jil. 7 (2): 65-79.

Elizabeth R. (2011). Strategi pencapaian diversifikasi dan kemadirian pangan: antara harapan dan kenyataan. Iptek Tanaman Pangan. 6(2): 230-241

Ishak. R. (2016). Teknik Pengolahan Beberapa Aksesi Sagu di Distrik Makimi dan Yaro Kabupaten Nabire. Jurnal Fapertanak Volume 1, Nomer 2 November 2016

Melamba, Basrin (2012). Sagu (Tawaro) dan Kehidupan Etnik Tolaki di Sulawesi Tenggara. Semarang: Paramita.

Papilaya, E.C. (2009). Sagu untuk Anak Negeri. Pers IPB. bogor.

Retno Widowati, Emilya, Hamsudin dan Dewa K.S Swastika (2004). Dampak Kebijakan Penghapusan Subsidi Pupuk terhadap Kinerja Usahatani dan Efektivitas Kebijakan Harga Dasar Gabah di Provinsi Kalimantan Timur, Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 7, No 2, P 105-117.

Saediman, H., Limi, M.A., Rosmawaty, Arimbawa, P., & Indarsyih, Y. (2016). Konsumsi singkong dan status ketahanan pangan pada rumah tangga penanam singkong di Sulawesi Tenggara. Pak. J.Nutr., 15(12), 1008-1016. doi: 10.3923/pjn.2016.1008.101

Soekartawi. (2003). Teori Ekonomi Produksi dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi Cobb Douglas. CV Rajawali. Jakarta.

Suliyanto (2011). Ekonometrika Terapan Teori dan Aplikasi dengan SPSS. Andi: Yogyakarta

Syakir M, Elna K. (2013). Potensi tanaman sagu (metroxylon spp) sebagai bahan baku bioenergi. Prespektif. 12(2):57-64

Taridala, K. Jusoff, M. Zani, W.G. Abdullah, Suriana dan I. Merdekawati (2013). Rantai Pasok Pada Agribisnis Sagu. Jurnal Ilmu Pengetahuan Terapan Dunia 26 (Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Alam di Sulawesi Indonesia)

Diterbitkan

2024-06-30