Food Safety Analysis Of Smoked Scad Fish (Decapterus spp) In Lamomea Village, Konda District, South Konawe Regency
DOI:
https://doi.org/10.51454/agrisurya.v2i2.383Keywords:
smoked fish, proximate levels, total microbes, formalinAbstract
Smoked fish is one of the processed fishery products which is quite popular with the community, one of which is in Lamomea Village, Konda District, South Konawe Regency. The smoked product is generally liked by the public because of its distinctive savory taste, delicious aroma, affordable price, and is available at any time. This research aims to determine the process of making smoked scad fish (Decapterus spp), the proximate levels of scad fish (Decapterus spp) and to determine the total microbes in smoked scad fish (Decapterus spp). This study used a completely randomized design to look at the levels of proximate, total microbes and formalin in smoked scad fish (Decapterus spp) in sample A and sample B to look at the process of making smoked scad fish (Decapterus spp), levels of proximate and total microbes in smoked scad fish (Decapterus spp). Decapterus spp). The results show that the proximate content, namely water content, shows results in sample A with a value of 56.24 ± 0.91, while for sample B with a value of 41.26 ± 1.15, protein content in sample A with a value of 30.13 ± 0.56 and sample B 43.09 ± 2.33 fat content in sample A with a value of 4.08 ± 0.06 and sample B with a value of 4.08 ± 0.05 and ash content with a value of 7.97 ± 0.36 and in sample B with a value of 8.28 ± 0.87, the results of proximate levels in smoked scad fish (Decapterus spp) are in accordance with the SNI 2725:2013 standard. The total microbial results for smoked scad fish (Decapterus spp) in sample A showed a result of 9.3 × 103 col/g while for sample B the value was 2.8 × 103 col/g. This value shows that the average total plate number in smoked fish samples A and B are still in accordance with the requirements of SNI 2332.3: 2015. The results of formalin levels in smoked scad fish (Decapterus spp) obtained from quantitative analysis of formalin content in smoked scad fish were sample A 5,384 ppm and sample B 3,748 ppm.
References
Adawyah, R. (2007). Pengolahan dan Pengawetan Ikan.Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Adawiyah R. (2008). Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Jakarta: Bumi Aksara. 159 hal.
Akerina, F. O. (2018). Analisis Mikroba Ikan Tuna Asap Pada Beberapa Pasar di Tobelo, Halmahera Utara. In Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil (Vol. 2, No. 1).
Amanto, B. S., Siswanti, S., & Atmaja, A. (2015). Kinetika pengeringan temu giring (Curcuma heyneana valeton & van zijp) menggunakan cabinet dryer dengan perlakuan pendahuluan blanching. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 8(2), 107-114.
[AOAC] Association of Official Analytical Chemist. (2005). Official Methods of Association of Official Analytical Chemist. Ed ke-12. Washington (US). AOAC Badan Standarisasi Nasional. 2009. SNI 2725.1:2009, Ikan Asap – Bagian1: Spesifikasi. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional. 12 hlm.
Asma. (2018). Uji kualitatif kandungan formalin pada ikan segar yang dijual di pasar tradisional kota kendari karya tulis ilmiah. In Jurnal Kesehatan Masyarakat (Vol. 3).
Badan Standar Nasional (BSN).(2015). Tentang Cara Uji Mikrobiologi- bagiang 3 : Penentuan Angka Lempeng Total (ALT) Pada Produk Perikanan, SNI 01-2332.3.
Badan POM RI (2010). Acuan Sediaan Herbal. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.
Budianto, A. (2011). Formalin dalam Kajian Undang-Undang Kesehatan; Undang-Undang Pangan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Jurnal Legislasi Indonesia, 8(1), 151-172.
Goulas, Antonios E., Michael G. Kontominas. (2005). Effect of Salting and Smoking Method on the Keeping Quality of Chub Mackerel (Scomber japonicus): Biochemical and Sensory Atributes. Food Chemistry 93: 511 – 520.
Hartanto, R., Amanto, B. S., Khasanah, L. U., & Pusparani, L. (2020). Uji pengaruh jarak sumber panas dan lama pengasapan terhadap karakteristik kimia ikan lele (Clarias sp.) asap pada alat pengasap tipe tegak. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 12(2), 78–86. https://doi.org/10.20961/jthp.v12i2.35004
Imam Ghozali. (2004). “Aplikasi analisis Multivariate dengan Program SPSS”, Semarang, Badan Penerbitan Universitas Diponegoro
Jaulim, S., Thitah Attyyah, N., Hairuddin., Yuliati. (2022). Pengolahan Ikan Asar Di UMKM Totabuan Papua, Kota Jayapura. Jurnal Bluefin Fisheries, 4 (1), 2022, App. 1 - 16
Lanita. (2006). Himbauan Staf Ahli Teknologi Pangan Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan RI pada Simposium "Dampak Buruk Formalin bagi Kesehatan Manusia". FK UI. Jakarta.
Nursinah, A., Chanif, M. (2018). Evaluasi Penggunaan Bahan Kimia Berbahaya Pada Produk Perikanan Di Kota Makassar. Fish Scientiae, Volume 8 Nomor 1, Juni 2018
Lisa, M., Lutfi, M., dan Susilo, B. 2015. Pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap mutu tepung jamur tiram putih (Plaerotus ostreatus). Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem 3(3) : 270-279.
Sakti, H, Lestari, S., dan Supriadi, A. (2016). Perubahan mutu Ikan Gabus (Channa striata) Asap Selama Penyimpanan. Fistech.5(1):11-18.
Santriono Refki, R. R. (2019). Uji Selektifitas Dan Sensitifitas Pereaksi Untuk Deteksi Formalin Pada Bahan Pangan. Jurnal Farmasi Indonesia, 4(1), 75–84. Https://Doi.Org/.1037//0033- 2909.I26.1.78
SNI 2725. (2013). Ikan Asap dengan Pengasapan Panas. Badan Standarisasi Nasional (BSNi).
Sucipto, C. D., (2013). Kemanan Pangan: Untuk Kesehatan Manusia. Gosyen Publishing. Yogyakarta.
Susanto E. (2014). Mempelajari Kinerja Alat Pengasap Ikan Tipe Cabinet dan Pengaruhnya terhadap Mutu Ikan Asap. Warta IHP 31(1), hal: 32-38
Sulfiani, A. Sukainah dan A. Mustarin. (2017). Pengaruh Lama dan Suhu Pengasapan dengan Menggunakan Metode Pengasapan Panas terhadap Mutu Ikan Lele Asap. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol. 3 : 93- 101
Swastawati, F., Surti, T., Agustini, T.W., Riyadi, P.H. (2013). Karakteristik kualitas ikan asap yang diproses menggunakan metode dan jenis ikan berbeda. Jurnal aplikasi teknologi pangan. Vol. 2. No. 3 : 126 ± 132.
Taib, Gunarif., (1987). Operasi Pengeringan Pada Pengolahan Hasil Pertanian. Jakarta: PT. Melton Putra.
World Health Organization (WHO). (2015). Diarrhoeal disease. Geneva
WHO. (2002). Concise International Chemical Assessment Dokument. Geneva :
Winarno FG. (2008). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wijayanti, N.S. dan Lukitasari, M. (2016). Analisis Kandungan Formalin dan Uji Organoleptik Ikan Asin yang Beredar di Pasar Besar Madiun.3(1), pp. 59–64. ejournal. unipma.ac.id/index.php/JF/article/view/789. Diakses pada 22 Maret 2018
Wardani, R.I. dan Mulasari, S.A. (2016). Identifikasi Formalin pada Ikan Asin yang dijual di Kawasan Pantai Teluk Penyu Kabupaten Cilacap. 10(1), pp. 15–24. journal.uad.ac.id/index.php/KesMas/article/download/5197/pdf_55 Diakses pada 23 Juni 2018
Yudono B, Pertiwi S. E., & Munawar. (2007). Perbaikan proses produksi asap cair pada industri kecil asap cair di Desa Sembawa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Di Dalam Prosiding Seminar Pembahasan Hasil Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Program Penerapan Ipteks dan Vucer Universitas Sriwijaya Indralaya, 6-7 Desember. Hlm 47-55.
Yuliani, S. (2007). Formalin dan Masalahnya. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 29(5).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ary Tamtama, Pepin Dwi Pratiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

