Akuntabilitas dan Transparansi Pelayanan Publik dalam Perspektif Masyarakat pada Kependudukan dan Pencatatan Sipil Daerah

Authors

  • Sutiyana Fachruddin Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo
  • Asriani Asriani Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo
  • Wa Ode Rosmina Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo

Keywords:

Accountability, Population, Kendari, Society, Public Services, Civil Registration, Transparency

Abstract

This study aims to identify and find accountability and transparency in the Services for Making Identity Cards, Family Cards and Birth Certificates at the Department of Population and Civil Registry of the local government of Kendari City in a public perspective related to: 1) Program Accountability and 2) Service information transparency. The research location is at the Kendari City Population and Civil Registry Service Office. The subjects and informants of this study were selected according to the criteria of the people who took care of identity cards (KTP), family cards (KK) and birth certificates at the Department of Population and Civil Registry with as many as 30 residents and employees at related agencies. The informants for this study were determined to be 7 people. The technique for determining informants was based on purposive sampling. Data collection techniques used (1) interviews, (2) observation, (3) questionnaires and (4) literature search. Data analysis techniques using descriptive qualitative According to Hamidi in Susanto (2006: 142) qualitative research data analysis was carried out from the beginning going down to the location to collect data, by "installing or saving" information, reducing, grouping and so on until finally giving interpretation. The results of the study show that there is accountability for public services that have been carried out, namely first, program accountability, which is related to the capabilities and skills of employees. second, Public Accountability, namely clarity of information and service standards for identity cards, family cards and birth certificates, especially in terms of the speed and accuracy of transparent information in serving the public. Transparency in public services has dimensions or actual conditions in public services in improving their services to the community. Certainty regarding the details of service costs must be informed to the public.

References

Ahmad, Nyarwi. (2022). Dasar-Dasar Komunikasi Publik. Yogyakarta: terbitan bersama Nas Media Pustaka dan Indonesia Persada Studi

Barata, Atep. (2004). Dasar- dasar Pelayanan Prima. Jakarta : Elex Media. Komputindo

Daryanto, dan Ismanto Setyobudi. (2014). “Konsumen Dan Pelayanan Prima”. Yogyakarta : Gava Media

Dwiyanto, Agus. (2005). Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Gerson, R.F. (2002). Mengukur Kepuasan Pelanggan, PPM, Terjemahan, Jakarta.

Hamdi, Muchlis. (2001). “Good Governance dan Kebijakan Otonomi Daerah.” Jurnal Otonomi Daerah, Vol. I (2), Oktober 2001.

Hardiansyah. (2011). Kualitas Pelayanan Publik. Yogyakarta: Bina Media

Haryatmoko, (2011), Etika Publik untuk Integritas Pejabat Publik dan Politisi, PT Gramedia Pustaka Utama, Kompas Gramedia Building, Jakarta

Kementerian PAN RI. (2004). Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor. KEP/26/M.PAN/2/2004 Tentang Petunjuk Teknis Transparansi dan Akuntabilitas Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik.

Keputusan Walikota Kendari Nomo 22 Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kependudukan berkedudukan sebagai unsur pelaksana tugas Walikota Kendari dibidang penataan Administrasi Kependudukan.

Kumorotomo, Wahyu. (2005).“ Akuntabilitas dalam teori dan praktek”; Akuntabilitas Birokrasi Publik, Sketsa pada masa transisi. Yogyakarta; MAP UGM dan Pustaka Pelajar.

Moenir, H. A. S. (2001). Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Pamudji, S. (2000). ”Profesionalisme Aparatur Negara dalam Rangka Meningkatkan Pelayanan Publik.” Widyapraja IIP Depdagri, III .

Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah

Peraturan Daerah Kota Kendari Nomor. 09 tahun 2008 tentang Pembentukan Struktur Organisasi Instansi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Kendari

Peraturan Daerah Kota Kendari Nomor. 09 tahun 2008 tentang Pembentukan Struktur Organisasi Instansi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Kendari.

Ratminto dan Atik Septi Winarsih. (2005). Manajemen Pelayanan: Pengembangan Model Konseptual, Penerapan Citizen’s Charter, dan Standar Pelayanan Minimal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Susanto. (2006). Metode penelitian sosial. Surakarta: UNS Press

Sianipar, JPG. (2000). Manajemen Pelayanan Masyarakat, Jakarta. Lembaga Administrasi Negara

Suryono, Agus. (2001). “Budaya Birokrasi Pelayanan Publik”. Jurnal Administrasi Negara. Vol. 1 No. 2. Malang. Jurusan Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Administrasi. Universitas Brawijaya

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah

UUD 1945. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 di dalam Pasal 34 Ayat (3)

Wibawa, Samudro dan Yuyun Purbokusumo. (2002). ”Peningkatan Kualitas Pelayanan Administrasi.” JKAP, Vol. 2 (2), hal. 38-51.

Downloads

Published

2023-08-12

How to Cite

Fachruddin, S., Asriani, A., & Ode Rosmina, W. (2023). Akuntabilitas dan Transparansi Pelayanan Publik dalam Perspektif Masyarakat pada Kependudukan dan Pencatatan Sipil Daerah. Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH), 5(2), 126–140. Retrieved from https://journal.umkendari.ac.id/jimsh/article/view/401