Strategi Pengembangan Agrowisata Pesisir Berbasis Partisipasi Komunitas di Desa Liya Togo

Authors

  • Harudin Harudin Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Indonesia
  • La Ode Mansyur Makiki Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Indonesia
  • Nasrun Nasrun Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Indonesia
  • Normayasari Normayasari Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Indonesia
  • Nur Ikhsan Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Indonesia
  • Khairudin Isman Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Indonesia
  • Sariamin Sahari Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Indonesia
  • Alfi Kusuma Admaja Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Indonesia
  • Muhammad Musrianton Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Indonesia
  • Akhmatul Ferlin Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Indonesia
  • La Ode Muhammad Norsa Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Indonesia
  • Dewi Utami Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51454/jimsh.v7i2.1162

Keywords:

Agrowisata Pesisir, Liya Togo, Pemberdayaan, Pengembangan

Abstract

Desa Liya Togo memiliki potensi besar untuk mengembangkan agrowisata pesisir sebagai upaya peningkatan ekonomi lokal berbasis pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat partisipasi masyarakat, mengidentifikasi tantangan utama, dan merumuskan strategi pemberdayaan yang adaptif dan berkelanjutan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan secara tematik untuk menggali keterlibatan masyarakat, hambatan, dan peluang yang ada.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Liya Togo, kelompok perempuan dan pemuda berperan aktif dalam budidaya rumput laut, pengolahan singkong menjadi makanan tradisional (Kasoami), minuman herbal (Saraba, Teh Kelor dan Madu Hutan), budidaya bawang merah, serta promosi wisata (Wisata Kebun Edukatif) melalui media sosial. Namun, tantangan seperti infrastruktur jalan yang belum memadai, keterbatasan pelatihan kewirausahaan, dan akses pasar yang terbatas masih menghambat perkembangan agrowisata pesisir. Strategi pemberdayaan yang disarankan meliputi pelatihan rutin berbasis kebutuhan lokal, pembentukan BUMDes wisata, serta integrasi antara agrowisata dan ekowisata bahari.

References

Ardiansyah, R., & Lestari, N. (2021). Potensi agrowisata pesisir dalam pengembangan ekonomi lokal. Jurnal Ekowisata Tropis, 6(2), 45–59.

Barbieri, C. (2013). Assessing the sustainability of agritourism in the US: A comparison between agritourism and other farm entrepreneurial ventures. Journal of Sustainable Tourism, 21(2), 252–270. https://doi.org/10.1080/09669582.2012.685174.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Budiarti, S. D. (2013). Pengembangan agrowisata berbasis masyarakat pada usahatani terpadu guna meningkatkan kesejahteraan petani dan keberlanjutan sistem pertanian. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 18(3), 200–207.

Damayanti, D., M.S. Soeaidy, dan H. Ribawanto. (2020). Strategi Capacity Building Pemerintah Desa dalam Pengembangan Potensi Kampoeng Ekowisata Berbasis Masyarakat Lokal (Studi di Kampoeng Ekowisata, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang). Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 2, No. 3: 464- 470.

Fatimah, S., Hidayat, R., & Nasution, M. (2022). Strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan agrowisata terpadu. Jurnal Pariwisata Nusantara.

Firdaus, M., & Widiyanto, I. (2020). Community-based agritourism: Model pengembangan wisata berbasis pertanian lokal. Jurnal Agribisnis Indonesia.

Garuda Ristekbrin. (2024). Pencarian kata kunci “agrowisata pesisir” dan “pemberdayaan masyarakat di Wakatobi.” Diakses melalui https://garuda.kemdikbud.go.id pada Mei 2024.

Google Scholar. (2024). Keyword search result for “community-based coastal agro-tourism in Indonesia.” Diakses pada Mei 2024, https://scholar.google.com.

Hamzah, H., Hasanuddin, H., & Kurniawati, I. (2022). Integrasi agrowisata dan ekowisata bahari dalam pengembangan desa wisata terpadu. Marine Tourism Journal, 10(1), 70–85.

Harini, R., Sugandini, D., & Muslim, S. (2022). Community empowerment through agro-tourism development in rural areas. Journal of Socioeconomics and Development, 5(1), 20–30. https://doi.org/10.xxxx/jsed.v5i1.

Ireine, G.P., C.T. Grace, dan A.J. Rumagit. (2017). Strategi Pengembangan Kawasan Agrowisata Rurukan. Jurnal Agri-Sosio Ekonomi, Volume 13 (2A): 21 – 34.

Jafaruddin, N., T.I. Noor, dan T. Karyani. (2020). Pengembangan Agrowisata Kopi Berbasis Masyarakat (CBT) di Kawasan Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Volume 6 (2): 996 – 1005.

Lane, B., & Kastenholz, E. (2015). Rural tourism: The evolution of practice and research approaches – towards a new generation of sustainable rural tourism. Journal of Sustainable Tourism, 23(8–9), 1133–1156. https://doi.org/10.1080/09669582.2015.1036918

Manaf, A., & Hermantoro, H. (2019). Community-based tourism: Tantangan dan peluang di wilayah pesisir Indonesia. Tourism and Local Development, 5(3), 20–33.

Mentari, A., N. Kosmaryandi, dan S. Amanah. (2020). Potensi Ekowisata Berbasis Masyarakat Kampung Urug, Sukajaya, Bogor. Media Konservasi Volume 25 (1): 1- 9.

Nurani, R. I., Roessali, W., & Ekowati, T. (2020). Strategi pengembangan agrowisata Jollong di Kabupaten Pati. Jurnal Pariwisata, 7(2), 80–91.

Pambudi, S. H., Sunarto, & Setyono, P. (2018). Strategi pengembangan agrowisata dalam mendukung pembangunan pertanian - Studi kasus di Desa Wisata Kaligono (Dewi Kano) Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Analisis Kebijakan Pertanian, 16(2), 165–184.

Rahmadani, N., et al. (2021). Pembangunan wisata berkelanjutan di kawasan pesisir: Studi kasus desa wisata di Sulawesi Tenggara. Marine Tourism Journal.

Rappaport, J. (1987). Terms of empowerment/exemplars of prevention: Toward a theory for community psychology. American Journal of Community Psychology, 15(2), 121–148. https://doi.org/10.1007/BF00919275.

Salim, H., & Priyono, B. (2020). Model pemberdayaan masyarakat dalam pariwisata berbasis komunitas. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 12–24.

Saputra, G.B., Muksin, dan M. Muspita. (2018). Pengembangan Agrowisata di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Volume 2 (4): 325-331

Scheyvens, R. (2002). Tourism for development: Empowering communities. Harlow: Pearson Education.

Swastika, I. P. D., Budhi, M. K. S. dan Dewi, M. H. U. (2017). Analisis pengembangan agrowisata untuk kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Volume 6 (12): 4103 – 4136.

UNEP & UNWTO. (2019). Sustainable Coastal Tourism Development: A Guide for Policy Makers.

Utama, I. G. B. R., & Junaedi, I. W. R. (2019). Agrowisata sebagai pariwisata alternatif Indonesia: Solusi masif pengentasan kemiskinan. Yogyakarta: Deepublish.

Yulianingsih, T., Purnomo, H., & Nugroho, R. A. (2021). Strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan agrowisata berbasis potensi lokal. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(2), 115–126. https://doi.org/10.xxxx/jai.v9i2.

Zimmerman, M. A. (2018). Empowerment theory: Psychological, organizational and community levels of analysis. American Journal of Community Psychology.

Downloads

Published

2025-07-24

How to Cite

Harudin, H., Ode Mansyur Makiki, L., Nasrun, N., Normayasari, N., Ikhsan, N., Isman, K., Sahari, S., Kusuma Admaja, A., Musrianton, M., Ferlin, A., Ode Muhammad Norsa, L., & Utami, D. (2025). Strategi Pengembangan Agrowisata Pesisir Berbasis Partisipasi Komunitas di Desa Liya Togo. Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH), 7(2), 169–180. https://doi.org/10.51454/jimsh.v7i2.1162

Most read articles by the same author(s)