Program Peningkatan Saluran Irigasi Desa Labulu-bulu Kecamatan Parigi Kabupaten Muna

Penulis

  • La Sianto Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Buton

DOI:

https://doi.org/10.51454/anoa.v1i02.290

Kata Kunci:

Sosialisasi, program P3-TGAI, saluran irigasi

Abstrak

Untuk menginplementasikan kebijakan pemerintah pada program Percepatan  Peningkatan  Tata  Guna  Air  Irigasi  (P3-TGAI) yang termaktub dalam Undang-Undang No.7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air dan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2006 Tentang Irigasi, Kementerian PUPR berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat melalui program-program terukur berupa pemberdayaan masyarakat petani. Program pemberdayaan ini sangat dibutuhkan masyarakat Desa Labulu-bulu Kecamatan Parigi, dikarenakan kondisi iklim yang tidak menentu serta kurang memadayainya jaringan irigasi yang digunakan masyarakat untuk mengaliri sawah para petani. Untuk mengurai permasalah yang terjadi, pengabdian pada masyarakat ini diperlukan kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah sampai tingkat desa, RT/RW, yang terpenting adala kelompok tani untuk merealisasikan peningkatan saluran irigasi yang direncanakan. Metode yang digunakan adalah dengan pelatihan, sosialisasi, survei lokasi, pemaparan terkait prosedur perencanaan dan teknis pelaksanaan program peningkatan saluran irigasi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan jaringan irigasi serta perencanaan saluraran irigasi tersier pada lahan pertanian di Labu-labu, Kecamatan Parigi Kabupaten Muna yang lebih efisien untuk mengurangi masalah kekurangan air di petak-petak persawahannya dan meningkatkan efektivitas saluran irigasi itu sendiri. Hasil  program  diserahkan  kepada  masyarakat  berupa  saluran  irigasi  yang  dikerjakan oleh kelompok tani dan masyarakat setempat.

Referensi

BPS Provinsi Sulawesi Tenggara. (2023). Provinsi Sulawesi Tenggara dalam Angka 2023 (B. P. S. Tenggara (ed.); p. 685).

Irawadi, A., Juanda, B., & Munibah, K. (2018). Analisis Kemiskinan Spasial dan Kaitannya dengan Sertifikasi Tanah dan Penggunaan Lahan Pertanian di Kabupaten Mamuju. Published Tesis. Institut Pertanian Bogor.

Latifah, A. F. (2023). Implementasi Politik Etis Kolonial Belanda Di Pringsewu Tahun 1925-1942.

Lestari, N. P. N. E., SE, M. M., Made Kembar Sri Budhi, M. P., Suidarma, I. M., & SE, M. M. (2023). The Subak Economy: Masa Depan Ekonomi Agraria Bali lewat Penguatan Lembaga Usaha Ekonomi Subak. Nilacakra.

Salimi, M. C., Budiasa, I. W., & Astiti, N. I. W. S. (2021). Tingkat Partisipasi Kelompok Tani “Rukun Tani” pada Pemeliharaan Jaringan Irigasi di Dusun Waru, Desa Warungering, Kecamatan Kedung–Pring, Kabupaten Lamongan. Jurnal Agribisnis Dan Agrowisata ISSN, 2685, 3809.

Styawan, A. A. (2022). Pengaruh Revolusi Hijau Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Petani Di Kabupaten Karanganyar Tahun 1969-1998. Kalpataru: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 8(1).

Taufiqurrohman, M. A. (2023). Evaluasi Kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Di Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.

Diterbitkan

2023-06-30