Analisis Pendapatan Usahatani Jagung menggunakan Alat Tanam (AGR-PN22) di Desa Ombu-Ombu Jaya Kabupaten Konawe Selatan
DOI:
https://doi.org/10.51454/agrisurya.v2i2.379Keywords:
Income, production cost, corn, AGR-PN22Abstract
Corn is one of Southeast Sulawesi's leading commodities with an area of 23,945 Ha with a productivity level of 28.64 tons/ha and is distributed in South Konawe Regency, Laeya District in Ombu-Ombu Jaya Village as the research area. The demand for corn for animal feed needs continues to increase while production capacity is still limited and the productivity and yields obtained by farmers are low, thus affecting the income of farmers, including those using Agrowindo type AGR-PN22 corn and grain planting equipment with a planting equipment capacity of 3, 7 kg and planting distance 22 cm, depth 3.5-7.8 cm with number of seeds 1-2 (can be adjusted). Analysis of costs and revenues is a variable in calculating farmer income. This research aims to determine the income of corn farming using planting tools (AGR-PN22) in Ombu-Ombu Jaya Village, Laeya District, South Konawe Regency.
The results of the research show that the income from corn farming using the AGR-PN22 planting tool in Ombu-Ombu Jaya Village, Laeya District, South Konawe Regency is IDR 467,299,250 per planting season with an average farmer income of IDR 8,986,524 per planting season and income farmers per/ha amounting to IDR 10,867,424. The significance of the use of modern and traditional planting tools for corn plants has a significant impact on production and income, as the results of research conducted by Anugerah Fitri Amalia et al in Central Sulawesi regarding the comparison of the performance of corn and tubing planting tools on dry land in Sigi district, Central Sulawesi show that the performance of seed planters is better. higher than the tugal. Seed planters have an average theoretical field capacity of 1.92 ha/hour with a forward speed of 6.42 km/hour and an actual field capacity of 0.625 ha/hour, while in single plants the average theoretical capacity is 0.50 ha/hour with actual field capacity is 0.167 ha/hour.
References
Abidin, Z. dan Bananiek. 2013. Tingkat Adopsi Tingkat Adopsi Teknologi Dan Struktur Biaya Usahatani Jagung Di Sulawesi Tenggara. Seminar Nasional Akselerasi Inovasi dan Diseminasi Teknologi untuk Mewujudkan Kemandirian dan Ketahanan Pangan Bernasis Sumber daya Genetik Lokal.Palu.
Andika Pambudi, Sari Anggarawati, Mumuh Mulyana, Ismiasih, Yusmia Widiastuti, Vela Rostwentivaivi, Ivonne Ayesha, Dyah Budibruri Wibaningwati, Sri Jumiyati, Ekonomi pertanian. PT. Global Eksekutif Teknologi. Padang, Sumatera Barat.
Arikunto. 2016. Manajemen Penelitian. Cetakan 13. Rineka Cipta. Jakarta
Artaman, Dewa Made Aris, dkk. 2015. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Pasar Seni Sukawati Gianyar Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. ISSN : 2337- 306
Boediono, 2014, Ekonomi Internasional-Pengantar Ilmu Ekonomi. No 3 BPFE-Yogyakarta.
BPS Sultra. 2018. Sulawesi Tenggara Dalam Angka 2007. Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara.Kendari.
Ken Suratiyah, 2015. Ilmu Usahatani (Edisi Revisi). Penerbit Swadaya, Jakarta
Kardiman, 2017. Mengoperasikan Alat Mesin Budidaya
Tanaman, Pemeliharaan Tanaman, Dan Pasca Panen. Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.
Purwanto,S, 2013. Perkembangan Produksi dan Kebijakan dalam Peningkatan Produksi Jagung. Direktorat Budi Daya Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Bogor.
Putri, R.E. 2015. Aplikasi Alat Tanam Semi Mekanis untuk Meningkatkan Efisiensi Penanaman Jagung bagi Petani di Pasaman Barat. Padang: Kumpulan Artikel Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
Saeri, M., 2018. Usahatani dan Analisisnya. Penerbit Universitas Wisnuwardhana Press Malang, Jawa Timur.
Suryana, A. 2014. Hari Pangan Sedunia, Banyak Negara Stagnan Dalam Proses Pengembangan. Kemandirian Pangan Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan. LISPI. Jakarta.
Tamrin, 2013. Analisis perbedaan pendapatan petani peserta dengan non peserta pengembangan usaha agribisnis pedesaan kakao di desa lambandia kecamatan lambandia kabupaten kolaka, Skripsi, Universitas Muhammadiyah Kendari.
Tuwo, M. A. 2013. Ilmu Usahatani Teori dan Aplikasi Menuju Sukses. Unhalu Press. Kendari
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Syamsinar Syamsinar, Nurcayah, Basri Sufa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

